Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Ampun

Hidup dibenci Mati tak ditangisi semburan darah menetes dicaci peluh tak dirasai terimakasih  Jangan tuliskan aku pada adagium mu  pada sekapur sirih ataupun prolog  biarkan aku mati dikutuk waktu dibenci dirimu  Pada bagian hari yang lain  jangan putar arah,  jika hanya air mata yang kau buat cukup beri aku sepucuk maaf  hapus benci mu  hapus  hapus  buang  buang  Jangan kau kutuki aku  sakit kau kutuki  begitu Bahagialah dengan pelitamu...