Ampun
Hidup dibenci Mati tak ditangisi semburan darah menetes dicaci peluh tak dirasai terimakasih Jangan tuliskan aku pada adagium mu pada sekapur sirih ataupun prolog biarkan aku mati dikutuk waktu dibenci dirimu Pada bagian hari yang lain jangan putar arah, jika hanya air mata yang kau buat cukup beri aku sepucuk maaf hapus benci mu hapus hapus buang buang Jangan kau kutuki aku sakit kau kutuki begitu Bahagialah dengan pelitamu...