Postingan

Sang Perayu bilang Cemburu

Aku bukan Pidi Baiq yang bisa nulis proklamasi cinta ala Dilan untuk Milea, Aku bukan Sapardi Djoko Damono yang ingin mencintaimu dengan sederhana lewat cinta si Sarwono kepada Pinkan dan Aku bukan Seno Gumira Ajidarma yang mengisahkan Sukab yang rela memotong senja untuk Alina, berjuang untuk menghadiahkanmu sepotong senja... Aku cuma basa basi yang kemakan waktu kebanyakan teoritik tanpa praktik Lalu.. dengan nama apa engkau akan ku panggil? kekasih, sayang atau cintaku? atau malah harapanku? aku bahkan tak berani bilang begitu sebenarnya sejak tadi pagi ku kobarkan api cemburu pada dia dan dia yang merajai disekitarmu sore hari kucoba redam amarahku, membierkanmu beradu keelokan senja yang lainnya mana mungkin aku bilang padamu kalau aku ingin, selalu diajak bicara dimintai tolong, dibonceng kesana kemari ingin sih, tapi berani pun aku tidak pingin, tapi aku lebih memilih diam saja. Enak begini kan, aku jadi tidak canggung tidak kebanyakan bawa perasaan tid...

Pulang...

Pulang Oase panjang pada padang rumput tanpa pasir Tertipu   angan itu pada guratannya Menembus waktu dia terlena,  Pada denting lonceng... Melongok ia pada sebuah Menara,  Dirasai sedikit sejuk pada kubahnya Kerikil mana yang melukai kaki mungilnya Hiraukan kain putih nan polos, ia semakin risau Bertanya alam pikiran pada seseorang berbaju hijau dimana dapat ditemui tidak tanpa karena, Pada sebuah tumpukan tanya mengapa Bilal meneriak dalam lima kali panggilan Tuhannya Maka ia menjadi diam hilang risaunya Sehingga sudah tak bingung dia cara melipat kertas-kertas Diakantongi setiap jawab dalam kalimat Keesaan Tuhan  Tiada zat yang patut disembah  Selain Engkau Yang Maha Kasih 

Are You Happy with Everything You Through?

Sudah lama saya mencoba mengkaji siapa diri saya ini sebenarnya? Apa yang sedang saya cari? Kemana lagi saya akan berjalan? Saya setuju dengan Bung Fiersa Besari "semakin kamu mencari siapa dirimu, kamu akan semakin sulit menemukannya" Beberapa hari yang lalu teman terdekat saya Aulia bertanya kepada saya "kamu bahagia nit?", saya bingung harus menjawab bagaimana. saya bertanya pada diri saya sendiri makna bahagia itu apa?,tapi saya juga tidak menemukan jawabannya. saya buka KBBI isinya seperti ini "Kedaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan)". saya sempat mengunggah pertanyaan tersebut ke media sosial. Teman-teman saya sebagian menjawab dengan sedikit lawak dan ada yang menjawab "membahagiakan orang tua atau bisa melihat orang tua tersenyum". saya juga sempat bilang kalau "membeli bakso pinggir jalan seharga 15 ribu itu sudah membuat saya bahagia atau menemukan cimol yang paling enak itu sudah membua...

Sujudku bukan Sujudmu (Sudut pandang aku)

Gambar
Seperti adagium yang menyebutkan bahwa "Tuhan memang satu kita yang tak sama" Namaku Aulia, aku lahir dari keluarga yang lumayan agamis. Aku muslim dan aku adalah Islam keturunan. aku bekerja sebagai penulis freelance. Menjalani hidup tidak terlepas dari banyaknya permasalahan baik yang simpel dan kompleks, sebenarnya tergantung bagaimana kita menyikapi permasalahan tersebut. Akan jadi mudah kalau kita buat itu jadi ringan dihadapi dengan hati yang ikhlas. Tapi akan jadi sulit kalau kita bersikap sebaliknya. Baru-baru ini setelah aku pulang dari merantau untuk berhari raya di kampung halaman, kakakku membawa kabar yang mengejutkan. Ya dia bilang kalau dia sedang menjalani hubungan dengan seorang perempuan non muslim. Yah, Ibu waktu itu sangat sedih mendengarnya. Bapak pun sulit menerima. Aku apalagi, aku orang pertama yang tidak setuju dengan hubungan beda agama. Aku tau masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural dengan agama, bahkan dalam nilai-nilai...

Ampun

Hidup dibenci Mati tak ditangisi semburan darah menetes dicaci peluh tak dirasai terimakasih  Jangan tuliskan aku pada adagium mu  pada sekapur sirih ataupun prolog  biarkan aku mati dikutuk waktu dibenci dirimu  Pada bagian hari yang lain  jangan putar arah,  jika hanya air mata yang kau buat cukup beri aku sepucuk maaf  hapus benci mu  hapus  hapus  buang  buang  Jangan kau kutuki aku  sakit kau kutuki  begitu Bahagialah dengan pelitamu...

Origami

Gambar
Kepada mereka yang terlalu bodoh menggantungkan harapan pada kertas-kertas yang mudah remuk redam memendam dendam pada lipatannya... pulanglah nak, tak usah kau harap yang tak ditakdirkan untukmu, ucap Ibunda padaku. tapi aku masih percaya ada cinta Bu di matanya walau tertutup bertubi kebencian...  bukan perginya yang aku takutkan bu, tapi dianggap buruk dan tak baik olehnya itu yang selalu jadi beban pikiru, bukannya yang tak baik selalu ditinggal pergi?

Pergi

Batas Senja... sini kau kuceritai, tahun ini aku minum segelas susu coklat dan melongokmu sendirian ia tak menjawab tanyaku. ia menghindariku... ia mulai lupa, dan aku lupa untuk melupa... ia tak rindu, dan aku rindu tapi pura-pura tidak. supaya apa? supaya dia mencariku. tapi ia tak datang dalam impian dan langkah. Jika tak menujumu saat ini adalah yang paling baik untuk tidak menjatuhkan dirimu di hadapan Tuhan aku pergi... Bersama debu-debu rinduku yang selalu mampir ku tinggalkan hal-hal yang mengenang walau kita tak pernah punya kenang nanti jika jarum jam menunjuk waktu dan memilih ketapatan dan ketetapan dan bukan aku... akan kuceritakan pada pendampingku kelak bahwa pernah ada seseorang yang halus tutur katanya, perilakunya pernah mengisi kekosonganku. mengerti adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan walau yang peling mengerti adalah yang paling terluka. kukemasi luka-luka tak berdarah ku tinggalkan ditepi jalan, sama seperti tepian jalan yang pernah kit...