Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Gugur

entahlah, apa semesesta akan berpihak padaku? kita akan semakin lupa  lalu kita tidak akan saling mencari dan menemukan...

Rencana Kelana

Gambar
Ranukumbolo, 29 Oktober 2017                               Ruangan 2 kali 3 ini tempatku menyusun segalanya menyusun rencana pengembaraan menyusun asa dalam perjalanan panjang mengikuti kehendakku... ku tulis ku susun rapi dalam buku mimpi kelana yang panjang kubuat saat sepiku menggrogoti, saat dibenakmu tak ada lagi jalan, ketika pintu-pintu lintasan kau tutup kubuat saat aku hendak lari dari kecewa dan cahaya semu yang ku beri nama harapan Ribuan rencana dalam otakku membayang, hidup bersama denganmu salah satunya, bukan lagi soal harapan tapi kehidupan sesungguhnya... aku percaya Takdir, tapi aku tak bisa berhenti bertanya, sebehagia apa aku jika bukan kau yang kutemui dan menemaniku atau sesedih apa aku jika yang kau temui bukan aku dalam pengembaraan belantara kehidupan? pertanyaan mengganggu itu, selalu kubawa dalam kelana... ingin kutapaki sejauh mungkin kelanaku mengitari bumi, ...

P.a.t.a.h

Gambar
Ranukumbolo, 29 Oktober 2017 aku berkhayal kembali, menantang waktu  membunuh rindu, mengarungi samudra harapan... sebuah kata minta maafmu menyakitiku seolah semua yang kau katakan tak punya maksud menyanjungku atau membuatku menunggumu... Tapi kucoba hibur diriku untuk tetap tegar, kalau Tuhan berkata iya maka bukan bunga yang akan menghampiri kumbang... maka semoga bisikan namamu karena rindu,  yang menghambur pada bintang-bintang malam kemarin di bawah semesta dan kedap-kedip angkasa  sampai tepat waktu padamu... katanya jika kamu mencintai tapi terluka itu bukan cinta tapi aku remuk, aku tersedu memintamu pada Tuhan  sedang kau masih jadi batu, tak bergeming Maka sekali lagi aku patah...

Nyai Ontosoroh dan Emansipasi perempuan

Gambar
Seorang perempuan berkebaya, tanpa alas kaki.... Nyai Ontosoroh...  Seorang perempuan pribumi yang dijual sebagai gundik oleh orangtuanya sendiri, dia dijual kepada seorang Tuan berkebangsaan Eropa bernama Herman Mellema. saat menjadi gundik Tuannya dia belajar banyak tentang baca, tulis, bahasa belanda, bahasa melayu, seni dan sastra serta administrasi dan manajemen perkantoran. Sejak ia dijual ia memutus segala hubungan keluarga dengan ayah dan ibunya, baginya ayahnya yang seorang mata duitan tak terhormat menjadi seorang ayah, dan ibunya perempuan yang hanya bisa menangis dan tak bisa melawan ayahnya juga diputus hubungannya. Nyai Ontosoroh seorang pribumi tetapi memiliki jiwa Eropa, seorang jawa yang bernama asli Sanikem.  Suatu hari badai rumahtangga menghampiri keluarganya, sejak ia dikhianati oleh Tuannya dan ditinggal pergi, ia membesarkan sendiri perusahaannya. dia mengelurakan Annelies dari sekolah dan mengajarinya sendiri baca-tulis dan cara me...

Rindu Itu Luka

Gambar
Semanggi berdaun tiga hati Teruntuk  Mas Wondo Ketika aku jatuh tersandung padamu, dan saat aku menyatakan rasa padamu, kamu menjawab lebih baik jika berteman saja. kau tau rasanya dunia runtuh di kepala ku, kau tau berapa lama aku menyiksa diriku dengan menangisimu?, pertama kali aku begini menyatakan sesuatu yang bodoh. meskipun begitu aku selalu mencoba untuk bersikap sportif padamu. mencoba bersikap seperti tak pernah ada apa-apa yang terjadi.  Aku tak pernah ingin mendahului takdir, tetapi setiap aku meminta agar hatiku beku dan keras kepadamu, Allah tetap menginginkanku membisikkan namamu pada lantai bumi dan atap langit. mendoakan kebaikanmu dan meminta Allah melembutkan hatimu untukku.  itu adalah jawaban kenapa aku tak pernah menyerah menghadapimu... itu lah setiap aku ingin pergi Allah selalu menghendaki namamu ada dalam barisan tirakatku... aku merasa kau tak pernah sungguh-sungguh untuk mengusirku dari hidupmu, aku merasa kau ada mas, k...

Bagaimana Hatiku dapat Terketuk oleh Mu

Gambar
Gusti aku takut jika Engkau tugaskan Izrail menemuiki sedang aku masih sibuk sibuk tepat waktu menemui sesamaku sibuk ingin dianggap baik oleh temanku dunia bagai surgaku, sedang solatku adalah sekedarnya sedang aku menemuimu masih memikirkan ketakutan dunia malu aku malu heuheuheu... Perintah-Mu hanya peraturan biasa yang bisa dilanggar dalam kitab-Mu Engkau menuliskan "Aku akan memberikan hidayah kepada hamba-hambaKu yang Ku kehendaki" apakah aku belum Engkau kehendaki? bagaimana aku menemukan hidayah itu? apakah ia (hidayah) yang akan menemukanku? Gusti bagaiamana ini??? aku buntu, aku tak tau jalan menemui Mu tanpa membawa duniaku apa aku perlu mengulang syahadatku kembali untukMu Gusti? dimana aku menemukan kenyamanan dalam menemuiMu? bukankah semua ini kebutuhan? jika hambamu selain manusia yang tak punya akal bisa tunduk mengapa aku kaum yang berpikir tak tunduk dan melalaikan panggilanMu

Asing dan Bingung

Gambar
Kemarin aku tak sengaja menengokmu Senang rasanya  setelah sekian lama Tanpa temu Aku melihat dirimu yang kesal Belum sempat aku menyapa dan bertanya Aku sudah terbangun kembali... // Asing Kota ini terasa semakin asing Ketika rumput-rumput harapan kau babat Hanya tinggal akhir yang dinanti Ketika kau memilih pergi // Bingung Bung! Aku bingung Bung! Aku bingung Aku kau buang?

Tanpa SENJA

Gambar
Senja di Pantai Gili Labak, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat Sumber foto: Lugas Setiadji M. Senja… Resonansi warna yang tiada tara Kemarin sore aku lihat dia hanya diam menunggumu Ketika hujan memendungkan langit dia juga cuma bengong Aku pesan cahaya ke oren-orenan itu agar sore menjadi menyenangkan di matamu Tapi katamu aku tak perlu repot-repot Tapi kataku ini terakhir aku ingin bersamamu Setelah kau bilang aku tak perlu mengikutimu lagi BUKAN!!! Katamu bukan, aku tak boleh suka dengan akhir Masih ada pesta yang belum usai untuk dinikmati Aku berlalu tapi kau biarkan Sampai langit jadi malam kemudian sore kembali Aku tak pernah menikmati senja denganmu dan sampai cakrawala berbeda dengan bumantara kau tak pernah menunjukkan bagaimana senja terakhir harus berakhir

Diskusi Senja

aku bimbang tak seimbang mencoba mencari kenapa dan mengapa aku masih punya harap padamu tapi tak punya kesempatan keadaan yang aku pinta kembali lagi saat aku hanya tau namamu dan begitupula kamu pada ceritaku aku ingin diskusi mencuri waktu senja denganmu sebelum kita tak pernah punya waktu walau hanya untuk sapa sederhana

Pantai Modangan, Paralayang

Gambar
Modangan, Malang Selatan merupakan nama sebuah pantai di Kecamatan Donomulyo. pantai yang sangat apik ini memang susah sekali aksesnya, pantai yang masih asri ini kini diperkenalkan secara nasional lewat Youtube karena akan dikomersilkan sebagai wisata paralayang yang satu-satunya memiliki view langsung pantai di Jawa Timur. cukup menarik, kata ketua pelaksana komunitas paralayang sih seperti itu, "saat program dari Jokowi diantaranya adalah memperbanyak daerah wisata di Indonesia".  Tapi saya kurang setuju dengan dibukanya wisata ini di Donomulyo, (kurang setuju gak berarti tidak setuju). karena hutan-hutan jadi ditebang dan akan ada pembukaan akses jalan yang membuat daerahnya menjadi tidak alami, yang saya takutkan pantai nya akan tercemar oleh sampah. semoga saja pengelola wisata ini lebih bijak dalam mengelola pariwisata, tetap memperkenalkan Indonesia tanpa merusak lingkungan. 

Jendela Insan Cita

Gambar
Saya baru membuat sebuah komunitas bersama teman saya awalnya namanya adalah Jendela Pelangi, tapi kemudian diganti karena nama tersebut sudah ada komunitasnya. Komunitas ini pada awalnya dibentuk karena program kerja HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), tapi karena sudah pada sibuk semua, program ini sedikit terlupakan. Pada akhirnya saya bangun lagi bersama teman saya tujuannya bukan hanya untuk kalangan HMI tapi bisa lebih luas dari HMI.  Logo Komunitas Logo diatas punya banyak mana yang pertama kenapa namanya Jendela Insan Cita? pertama "Jendela" harapannya kita bisa memiliki sebuah tujuan hidup dari pertama kali kita bangun pagi yang kita lihat adalah jendela, tanpa jendela rumah bukanlah rumah.  kedua "Insan Cita" hal ini dilatar belakangi karena kami dari HMI, kami ingin memenuhi tujuan HMI yaitu   “ Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertangung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah...

Mengkaji Makna

Hujan mulai datang kali ini, bukan membawa kenangan tetapi membubarkan lamunan. bahwa aku akan segera bergegas lari... bukan menunggu seperti hujan yang diserap akar pohon bunga itu sebab aku bukan menantikan hujan bulan juni Aku tak suka hujan bulan juni, sebab hanya kau yang girang menunggunya... sudah kau tau jejak kaki yang ragu-ragu itu ada, tapi sengaja kau hapus Aku bukan fasis bukan komunis juga bukan idealis tapi aku matrealis (katamu)... Salah apa hamba ini tuan, hingga kau sebut begitu... Apa karena pisau yang tajam yang baru aku ayunkan menusuk lembut hati kekasihmu? Sudahkah kau senang hari ini tuan, aku sudah tak membenci kekasihmu maka apakah kau bisa mencabut katamu yang menyakitkanku? Mimpi yang sama untuk ketiga kalinya, Isyarat apa itu tuan? seolah menyuruhku untuk numpang lewat seperti angin~~~ "karena aku ini cuaca, berharap kau tak salah membacanya", "(katamu) kalau boleh aku tafsirkan, aku memang salah membacamu harusnya ta...

Kehilangan Makna

bagai api yang dinyalakan dalam badai gelap, lalu apa maknanya untuk yang menyalakan? apa Sapardi mulai bosan dengan hujan bulan juninya... ataukah puisi Tentang seseorang dari C. Anwar sudah cukup untuk menjawab perasaan ini untukmu, kasih.... atau aku hanya akan jadi pohon tempatmu berteduh dikala hujan meyambutmu, panas yang selalu menghampiri sepimu... ada kalanya aku ingin pergi, kekasih, aku bukan Sapardi bukan pula C. Anwar yang selalu siap menunggu dengan harapan... aku takut bertanya apakah aku hanya ilalang yang numpang lewat pada tahun-tahunmu... atau aku adalah ilalang yang selalu kau tunggu pada musimnya.... apakah aku pernah ada disudut-sudut doamu, dalam setiap Al-Fatihah yang kau ucapkan... dalam dzikir pada Tuhan kita... kau dengan islammu yang melekat kental aku dengan islamku tak mengikat tebal... kasih, aku tak ingin menangkap cintamu jika yang kau kirim bukan hatimu... kasih, aku tak ingin memburumu mengatakan begitu cepat jawabmu. bi...

Rindu Tak Rindu

"aku berharap pada Tuhan, namaku yang kau sebut dalam diammu kepada Pencipta kita,  dalam hampamu dalam sedihmu  dalam bahagiamu aku ingin terlibat walau hanya seperseribu detik"  aku ingin bilang padamu, "aku sedang berjuang untuk jadi yang terakhir bagimu"

Takdir yang Setengah Romantis (Cerpen)

Malam ini hujan turun seperti biasanya, pikiran Kinan melayang jauh berkhayal, dia berkhayal tentang harapan kepada Penguasa hati... Tentang kamu... Malam ini akal sehatnya tertutup gilanya pikiran tentangmu, Hari ini Kinan hanya punya firasat kalau akan bertemu denganmu ditempat itu, tempat Kinan dan kamu bercengkrama hanya 20 menit... dan benar apa yang Kinan pikirkan dan kenyataan yang terjadi... Kalian bertemu, Entah Tuhan sengaja atau tidak mempertemukan diujung perpisahan yang akan membawamu kembali satu bulan lagi. tapi aku rasa Tuhan tak pernah tak sengaja dengan takdirnya. Kinan bukan yang romantis begitupun dirimu pujangga tak romantis~~~ pisah yang tak romantis pisah yang tak pernah terucap kata sampai bertemu lagi Kinanpun tak bisa mengatakan "sampai bertemu dengan takdir kita yang disengaja oleh Tuhan" Kamu bukan kisah pertama Kinan... walaupun kinan tak pernah punya kekasih pertama... Entah apa Tuhan berbaik hati memberikan dirimu yang sabar, dirim...

Baladaku dan Mas Wondo (Cerpen)

Dari mana aku harus memulai Tuan, jika dirimu tak bersua... Aku bukan pemberi isyarat agar kamu mengerti Tuan... Jangan mengatakan kau selalu ingin membawaku pergi tapi kau tak sanggup disisiku... Jangan datang Tuan jika hanya mematahkan sayapku, Jangan memberiku udara segar jika setelahnya kau buat lara dihatiku karena sekali kau pergi tanpaku jangan pernah kembali lagi... Pagi yang dingin dari arah Gunung Sumbing yang fajarnya selalu ramai bagi kami manusia tembakau, manusia yang hidup dari hamparan pengharapan panen tembakau. aku anak yang lahir dari petani kecil tembakau yang hidupnya menggantung pada kuasa Tuhan akan hasil panen dari lahan warisan Eang Kakung untuk Bapak, seperti dua tahun lalu yang selalu menghampiriku, masih sama suasana ketidak nyamanan hatiku. pesan singkat setiap pagi dan malam dari Mas Wondo yang selalu mengirimiku puisi selalu berakhir sama, tak ada perubahan sedikitpun "menggantung", seperti daun tembakau srinthil yang Bapak taruh dirak...