Kehilangan Makna

bagai api yang dinyalakan dalam badai gelap, lalu apa maknanya untuk yang menyalakan?
apa Sapardi mulai bosan dengan hujan bulan juninya...
ataukah puisi Tentang seseorang dari C. Anwar sudah cukup untuk menjawab perasaan ini untukmu, kasih....
atau aku hanya akan jadi pohon tempatmu berteduh dikala hujan meyambutmu, panas yang selalu menghampiri sepimu...
ada kalanya aku ingin pergi,
kekasih, aku bukan Sapardi bukan pula C. Anwar yang selalu siap menunggu dengan harapan...
aku takut bertanya apakah aku hanya ilalang yang numpang lewat pada tahun-tahunmu...
atau aku adalah ilalang yang selalu kau tunggu pada musimnya....
apakah aku pernah ada disudut-sudut doamu, dalam setiap Al-Fatihah yang kau ucapkan...
dalam dzikir pada Tuhan kita...
kau dengan islammu yang melekat kental
aku dengan islamku tak mengikat tebal...

kasih, aku tak ingin menangkap cintamu jika yang kau kirim bukan hatimu...
kasih, aku tak ingin memburumu mengatakan begitu cepat jawabmu.
biarkan aku melihatmu bukan untuk menjauh, 

tak ada yang dapat ku tulis, makna-makna puisi sepertimu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Origami

Wiranggaleng. Arus Balik. Pramoedya Ananta

Takdir yang Setengah Romantis (Cerpen)