Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Tidak Ada Suatu Kebetulan

Gambar
Dulu waktu saya Maba (mahasiswa baru) saya  tidak punya banyak keinginan, tidak untuk organisasi karena saya merasa sudah cukup di SMA saya pernah menjadi ketua umum PMR dan ketika itu saya gagal memimpin, dan buat bangkit dari traumatik itu saya merasa kesulitan karena waktu itu saya memimpin dengan otoriter dan itu hanya membuat semuanya menjadi berantakan, saya hanya ingin kuliah pulang saja, tetapi ternyata saya belum diperbolehkan untuk rehat di dunia keorganisasian, singkat cerita kemarin saya,  baca tahun ini (2016) saya diberi kesempatan untuk mencicipi bahagianya menjadi pemenang dalam ajang yang cukup bergengsi antar universitas se Indonesia yaitu PIMNAS 29 IPB (PEKAN ILMIAH NASIONAL). Dalam ajang ini saya dan tim (adik-adik yang telah mempercayakan saya untuk bergabung walaupun tidak banyak membantu) mengambil tema pengabdian masyarakat berjudul GATRA (GERAKAN ADIWIYATA GEMBIRA) yang mana dalam program ini kami mengusahakan sebuah sekolah untuk menuju sekolah yang...

Marah Itu Perlu Atau Tidak?

Dari semua  buku yang saya baca selalu menuliskan bahwa marah itu tidak perlu mungkin jika kamu penyuka buku pernah membaca buku karangan Ajahn Brahm “Cacing dan Kotorannya” Brahm dulunya adalah seorang Kristen yang berpindah agama menjadi Budha, di Budha dia mendapat ketengan karena meditasi yang ia rasakan, dari sekian banyak meditasi yang ia lakukan dia belajar sabar, belajar menerima, dan belajar tak mengeluh karena satu suara yang keluar dari mulutnya apabila ia mengeluh akan mengurangi khusuknya sebuah meditasi dan mungkin ujian menjadi biksu akan mengulang. Dalam buku ini dituliskan bahwa ketika kita marah aktivitas apapun menjadi tidak menyenangkan, kita akan merasa badmood , dan semua apa yang dikerjakan orang lain akan terasa salah dimata kita. Dalam banyak agamapun terutama Islam sangat tidak dianjurkan untuk marah kita disuruh untuk menahan hawa nafsu dan egoisme kita, dulu saya adalah seorang yang suka sekali marah karena watak saya yang keras ini orang selalu e...