Cerita Pendek
Kebaikan dalam Keabaian Pagi yang dingin dari kota penuh kenangan, uap teh seduhan masih berputar-putar aromanya disekitarku, sedangkan hujan masih tak mau pergi dari lukaku, hujan diluar masih tak mau pergi dari kota ini, tumpukan buku-buku di rak memanggilku untuk sekedar dipegang, atau sekedar untuk dirapihkan. aku menatap hujan yang turun sembari memutar kaset kusut tentang seseorang, mencoba mengingat ingat antara kisah manis dan kisah hambar, aku bertanya tanya bagaimana kabarnya, terakhir aku dengar dia ada di Siantar, Medan, aku tak terlalu jauh mengenalnya, aku hanya tau sedikit tentangnya, dia kawanku dan aku baru mengenalnya dua tahun kemarin. tiba-tiba bunyi ponsel mengagetkanku, aku sampai lupa untuk memperkenalkan diriku, teman-teman biasa memanggilku Ta, untuk nama panjangku sendiri aku rasa tak perlu ku perkenalkan karena kalian hanya akan membacanya. Akhirnya sabtu malam tiba juga, kau masih ingat ponselku waktu itu berdering, ponsel itu membawa kabar hari ini a...