Jadi Penonton (lagi)
Aku seperti orang bodoh yang tak tau diri, sudah diberi ampas masih saja mengejar
Kamu tau tidak pernyataan yang dia ucapkan?
Dia selalu mengebu gebu jika menyebutkan nama itu,
Lalu aku mencoba bertanya apakah semut punya kesempatan buat gendong gong? Lalu aku kau tertawakan dengan tanpa dosamu kau menjawab tanya sana sama crew national geographic,
Kau kira aku bercanda? Mengangis hati ini kau buat, aku hanya jawab "tanpa tanyapun dengan mereka aku sudah tau jawabanyya, yang bisa diizinkan untuk gendong gong itu cuma teddy bear", aku tak tau kau sebenarnya mengerti atau tidak bahasa yang aku sampaikan,
Kapan kau bisa jaga perasaanku!
Kapan kau bisa percaya kalau semut bisa gendong gong?
Kapan kau perbolehkan aku duduk disitu, disampingmu mendampingimu?
Kenapa harus dia? Jawabannya kenapa juga harus kamu... (Mungkin)
sudah mentah-mentah aku ditolak!
Lantas masih saja aku berdiri di tumpukan duri, melihatmu dari kejauhan tertawa tanpa batas dengannya,
Kapan Tuhan aku bisa tak terluka lagi?
Diam diam diam aku mengamati diriku jadi penonton kembali
Komentar
Posting Komentar