Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Sang Perayu bilang Cemburu

Aku bukan Pidi Baiq yang bisa nulis proklamasi cinta ala Dilan untuk Milea, Aku bukan Sapardi Djoko Damono yang ingin mencintaimu dengan sederhana lewat cinta si Sarwono kepada Pinkan dan Aku bukan Seno Gumira Ajidarma yang mengisahkan Sukab yang rela memotong senja untuk Alina, berjuang untuk menghadiahkanmu sepotong senja... Aku cuma basa basi yang kemakan waktu kebanyakan teoritik tanpa praktik Lalu.. dengan nama apa engkau akan ku panggil? kekasih, sayang atau cintaku? atau malah harapanku? aku bahkan tak berani bilang begitu sebenarnya sejak tadi pagi ku kobarkan api cemburu pada dia dan dia yang merajai disekitarmu sore hari kucoba redam amarahku, membierkanmu beradu keelokan senja yang lainnya mana mungkin aku bilang padamu kalau aku ingin, selalu diajak bicara dimintai tolong, dibonceng kesana kemari ingin sih, tapi berani pun aku tidak pingin, tapi aku lebih memilih diam saja. Enak begini kan, aku jadi tidak canggung tidak kebanyakan bawa perasaan tid...

Pulang...

Pulang Oase panjang pada padang rumput tanpa pasir Tertipu   angan itu pada guratannya Menembus waktu dia terlena,  Pada denting lonceng... Melongok ia pada sebuah Menara,  Dirasai sedikit sejuk pada kubahnya Kerikil mana yang melukai kaki mungilnya Hiraukan kain putih nan polos, ia semakin risau Bertanya alam pikiran pada seseorang berbaju hijau dimana dapat ditemui tidak tanpa karena, Pada sebuah tumpukan tanya mengapa Bilal meneriak dalam lima kali panggilan Tuhannya Maka ia menjadi diam hilang risaunya Sehingga sudah tak bingung dia cara melipat kertas-kertas Diakantongi setiap jawab dalam kalimat Keesaan Tuhan  Tiada zat yang patut disembah  Selain Engkau Yang Maha Kasih 

Are You Happy with Everything You Through?

Sudah lama saya mencoba mengkaji siapa diri saya ini sebenarnya? Apa yang sedang saya cari? Kemana lagi saya akan berjalan? Saya setuju dengan Bung Fiersa Besari "semakin kamu mencari siapa dirimu, kamu akan semakin sulit menemukannya" Beberapa hari yang lalu teman terdekat saya Aulia bertanya kepada saya "kamu bahagia nit?", saya bingung harus menjawab bagaimana. saya bertanya pada diri saya sendiri makna bahagia itu apa?,tapi saya juga tidak menemukan jawabannya. saya buka KBBI isinya seperti ini "Kedaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan)". saya sempat mengunggah pertanyaan tersebut ke media sosial. Teman-teman saya sebagian menjawab dengan sedikit lawak dan ada yang menjawab "membahagiakan orang tua atau bisa melihat orang tua tersenyum". saya juga sempat bilang kalau "membeli bakso pinggir jalan seharga 15 ribu itu sudah membuat saya bahagia atau menemukan cimol yang paling enak itu sudah membua...