Are You Happy with Everything You Through?
Sudah lama saya mencoba mengkaji siapa diri saya ini sebenarnya?
Apa yang sedang saya cari?
Kemana lagi saya akan berjalan?
Saya setuju dengan Bung Fiersa Besari "semakin kamu mencari siapa dirimu, kamu akan semakin sulit menemukannya"
Apa yang sedang saya cari?
Kemana lagi saya akan berjalan?
Saya setuju dengan Bung Fiersa Besari "semakin kamu mencari siapa dirimu, kamu akan semakin sulit menemukannya"
Beberapa hari yang lalu teman terdekat saya Aulia bertanya kepada saya "kamu bahagia nit?", saya bingung harus menjawab bagaimana. saya bertanya pada diri saya sendiri makna bahagia itu apa?,tapi saya juga tidak menemukan jawabannya. saya buka KBBI isinya seperti ini "Kedaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan)". saya sempat mengunggah pertanyaan tersebut ke media sosial. Teman-teman saya sebagian menjawab dengan sedikit lawak dan ada yang menjawab "membahagiakan orang tua atau bisa melihat orang tua tersenyum". saya juga sempat bilang kalau "membeli bakso pinggir jalan seharga 15 ribu itu sudah membuat saya bahagia atau menemukan cimol yang paling enak itu sudah membuat saya bahagia" (Ya itu pelarian saya kalau sedang sedih ya jajan) itu kadar bahagia sederhana dengan level mie angel kalau kita lagi makan di mie setan. itu cuma kebahagiaan sesaat untuk menghibur diri. nyatanya saya masih mencari kebahagian yang lain. bahagiakah saya dengan hari ini? dengan waktu 24 jam dan saya belum menghasilkan apapun karya,tugas atau menambah pengetahuan. Saya sedang merugi hari ini.
Beberapa teman saya yang bekerja dengan gaji yang lumayan, juga ditanya oleh Aulia apakah mereka senang? beberapa mereka menjawab tidak. lalu hal apa yang akan membuat mereka bahagia? terlepas dari beban pekerjaan yang terlalu menekan jawab mereka. itu karena teman saya yang sudah bekerja utamanya perempuan kadang meneteskan air mata seusai bekerja, karena tekanan yang terlalu besar dari lingkungan pekerjaannya. saya juga sempat bertanya kepada Zudin teman saya yang saya rasa tingkat cueknya lumayan parah, setip harinya "mrenges ae". Dia bilang bahagia itu "saat tidak ada beban pekerjaan dan tidak ada notifiksi handphone berbunyi karena tugas kantor" dari sini dapat saya simpulkan bahwa bahgia identik dengan "telah bebas dari".
Buku yang ditulis Aa' Gym yang berjudul Refleksi Manajemen Qolbu menuliskan bahwa "Kunci kebahagiaan terletak pada Iman, jika seseorang beriman dia akan selalu mengutamakan Tuhannya Allah dalam bertindak, dalam mengambil keputusan, semua dilkukan karena Lillah Hita'ala". Sesuatu yang karena Lillah itulah manusia tidak akan hitung-hitungan capeknya, ruginya dan sedihnya. Sesuatu keImanan atau keTauhidan itu yang membuat manusia akan berpikir semua akan mudah karena Ridho Allah. saya juga sedang belajar menjalankan apa yang ditulis beliau.
Saya tidak bisa mengukur kadar bahagia teman-teman saya, karena sayapun tidak tau apa yang membuat saya bahagia. seringkali saya melakukan hal yang menurut saya itu tidak membahagiakan tetapi masih saya lakukan. contoh kecilnya "saya tidak suka kesepian tapi saya selalu menyendiri menjauh dari teman-teman saya, dan saya lakukan berulang-ulang". Teman saya selalu bilang saya punya dunia sendiri, kalau sudah begini saya tidak mau keluar kemana mana, itu mungkin bukan hal yang membahagiakan buat saya tetapi itu membuat saya nyaman saja. Kadang saya tidak mengerti apa mau saya sendiri, tidak bisa menebak. Jalani saja melawan arus seperti ikan salmon yang selalu berpindah tempat (Raditya dika).
Ini hanya tulisan untuk berbagi cerita. Jadi kalau saya sedang tidak waras, kemudian menyendiri ini adalah salah satu pekerjaan yang saya kerjakan. saya selalu bertanya hal ini itu pada diri saya, membuat status galau yang mungkin teman-teman saya muak membacanya. saya hanya manusia membosankan dengan tingkat aktualitas yang kurang mempuni, kemampuan bicara yang pas-pasan, selalu salah dalam berpendapat, dan pengagum retcjeh serta perusuh di status media sosial yang dipasang oleh kawan-kawan saya dengan komentar tidak bermutu (ini bukan pesimistik ini adalah apa yang memang saya punya).
Saya masih mencari penyeimbang saya, ada yang saya merasa tapi ternyata dia terlalu sempurna untuk saya (dan dia yang gak mau sama saya) hahahahaa...
Dah ah seqian-
Everyone you meet always asks if you have a career, are married orown a house as if life was some kind of grocery list. but no one ever asks you "If you are happy?" -Heat Ledger
Komentar
Posting Komentar