Rindu Itu Luka
| Semanggi berdaun tiga hati |
Teruntuk
Mas Wondo
Ketika aku jatuh tersandung padamu, dan saat aku menyatakan rasa padamu, kamu menjawab lebih baik jika berteman saja. kau tau rasanya dunia runtuh di kepala ku, kau tau berapa lama aku menyiksa diriku dengan menangisimu?, pertama kali aku begini menyatakan sesuatu yang bodoh. meskipun begitu aku selalu mencoba untuk bersikap sportif padamu. mencoba bersikap seperti tak pernah ada apa-apa yang terjadi.
Aku tak pernah ingin mendahului takdir, tetapi setiap aku meminta agar hatiku beku dan keras kepadamu, Allah tetap menginginkanku membisikkan namamu pada lantai bumi dan atap langit. mendoakan kebaikanmu dan meminta Allah melembutkan hatimu untukku.
itu adalah jawaban kenapa aku tak pernah menyerah menghadapimu...
itu lah setiap aku ingin pergi Allah selalu menghendaki namamu ada dalam barisan tirakatku...
aku merasa kau tak pernah sungguh-sungguh untuk mengusirku dari hidupmu, aku merasa kau ada mas, kau ada perasaan itu. tapi entah hal apa kau mengurungkan untuk mencintaiku. aku semakin mencintaimu ketika kau mulai untuk mengkhawatrikanku, walau itupun tak pernah kau tunjukkan. kau tak sepenuhnya tak menginginkan diriku.
Ibuku pernah bilang, kalau dia selalu mendoakan jodoh yang terbaik untukku. aku rasa semua Ibu pasti begitu, mendoakan anaknya mendapat pasangan yang terbaik yang bisa membawa anaknya kesurga Mu. Ibumu juga pasti mendoakan seperti itu bukan? mungkin kamu belum menjadi yang terbaik dalam doa Ibuku atau aku yang malah belum dalam katagori baik dalam doa Ibumu...
Tapi ini tak bisa jadi penyimpul apakah kita berjodoh atau tidak kan? katamu biarkan semua mengalir apa adanya kan? dan aku tak boleh menetapkan takdirku sendiri.
aku masih menunggumu, dibawah langit biru, disamping deburan ombak keras dan didepan senja yang menghanyutkan rindu...
mas, aku cengeng begini hanya karena menurutku cinta itu membahagiakan tetapi mengapa rindu membikin luka?
Best Regards
Widiyowati
Komentar
Posting Komentar