Cerita Pendek

Namaku Ta aku perempuan berdarah Jawa yang terselip di Kalimantan, 
Jawa
Kalimantan
Dua suku yang berbeda tapi aku tetap orang Jawa bahkan takdirku menjadi orang jawa mungkin telah dituliskan sebelum Dewa Wisnu memindahkan gunung di India dengan bantuan kura-kura ke Jawa yang kini disebut gunung semeru...
banyak hal yang sudah aku lalui 21 tahun ini, "aku ingin bilang tak semua orang jawa itu lembut, tak semua orang jawa itu memiliki kepintaran yang tinggi, atau tak semua orang jawa itu adalah pemimpin yang baik. 

          Menjadikanku orang jawa yang tinggal di kalimantan tak menjadikan aku lupa akan budaya jawa, buat aku jawa itu unik dengan banyak budaya dan bahasa serta logat yang berbeda...
kuliah di jawa membuatku semakin belajar banyak tentang kebudayaan jawa.
dan kuliah di jawa membuatku mngenal banyak budaya tentang luar jawa yaitu Sumatra, tak kalah cerita kebudayaan Sumatra dengan Jawa, berada di jawa aku bisa menikmati masakan sumatra yang ternyata aku sangat menyukainya, dan berada di jawa pula aku belajar menunggu orang Medan yang berdarah jawa, dari sini juga aku belajar mengobati luka dari Raja Medan. 
kerasnya Jawa tak sekeras Medan, aku belajar menghargai, aku belajar tidak menyakiti dan aku belajar menerima dari orang keturunan Medan ini.

Aku bukan malaikat tanpa sayap yang bisa bilang "Bahagiamu Bahagiaku Pasti"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Origami

Wiranggaleng. Arus Balik. Pramoedya Ananta

Takdir yang Setengah Romantis (Cerpen)