Perempuan Berpikir
(Rumah Singgah) Perempuan Desa Dalam MEA
Globalisasi menghantarkan kita pada sebuah gerbang tuntutan akan keprofesionalan dalam menjalankan pekerjaan dan tuntutan keterampilan berbahasa asing yang baik, tak terkecuali bagi perempuan. Perempuan tak hanya cekatan di dapur saja tetapi juga harus pintar dalam mendidik anak, karena perempuan kelak akan menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Jika seorang perempuan mampu mendidik anaknya maka sudah pasti perempuan itu mengerti betapa pentingnya pendidikan yang baik untuk putra dan putrinya. Zaman sudah berganti perempuan dituntut banyak hal dalam pekerjaan dan karir yang sekarang tidak ada pembedanya dengan kaum laki-laki.
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) padadasarnya adalah perjanjian kerjasama antar Negara-negara anggota ASEAN dalam peningkatan perekonomian, dengan ini akan menciptakan peluang serta kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukan kepada negara lain bahwa Indonesia mampu bersaing menghadapi persaingan pasar bebas. Tantangan bagi Indonesia untuk mempersiapkan langkah strategis yaitu dengan salah satunya adalah peningkatan kualitas pekerja profesional yang ditunjukan juga untuk pekerja perempuann agar mampu bersaing dengan perempuan-perempuan lain di ASEAN ataupun seluruh dunia. Perempuan berperan aktif dalam perekonomian khususnya bagi perekonomian keluarga, selain mengatur dan mahir dalam perencanaan perempuan juga dibekali dengan keuletan dan rajin mengembangkan potensi bakat serta minat yang ada pada dirinya untuk menambah penghasilan diluar uang dari suami, di luar Indonesia menurut Harian Ekonomi NERACA menyebutkan bahwa 90% perempuan menginvestasikan pendapatannya bagi kesehatan, pendidikan dan donasi-donasi lainnya, peran lain perempuan sebagai informan yang mampu melakukan negosiasi yang baik dalam melakuakan sebuah perjanjian. Berdasarkan jurnal perempuan di daerah Lampung ibu-ibu di daerah tersebut membentuk kelompok tani perempuan dan membentuk sebuah program kerja berupa iuran wajib sebesar Rp. 3000,00 per minggunya sekarang dana dan aset bersama dari kelompok tersebut sudah mencapai Rp 60 juta, dari 42 perempuan petani yang telah menjadi anggotanya.yang mana iuran ini akan digunakan untuk perbaikan fasilitas desa, dan fasilitas yang rusak lainnya di desanya.
Banyak potensi yang bisa dikembangkan dari seorang perempuan tetapi tidak semua perempuan memiliki kesempatan dan wadah untuk mengembangkan potensi ke intelektualan yang dimilikinya terlebih bagi perempuan yang hanya menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tingga di pedesaan, mereka terbatas oleh teknologi dan informasi, dibutuhkannya lembaga ataupun kelembagaan yang mampu mewadahi pergerakan dan perkembangan keintelektualan yang berada di pedesaan, lembaga perempuan pedesaan sangat dibutuhkan guna menyalurkan kreativitas dan minat kewirausahaan bagi perempuan pedesaan, disana para perempuan akan dibekali dengan berbagai aktivitas yang dapat mengasah jiwa kreativitas dan keintelektualan perempuan baik dalam bidang seni, memasak, maupun pengetahuan tentang wirausaha, serta pengetahuan umum lainnya seperti penguasaan bahasa asing. Pengembangan sentra-sentra industri kreatif pedesaan yang mampu mengembangkan komoditas utama pedesaan ataupun memanfaatkan potensi pedesaan yang tentunya berkualitas akan membantu daerah tersebut dalam kemajuan perekonomian, tentunya dengan pembekalan pengetahuan dari lembaga/kelembagaan tersebut.
Rumah singgah merupakan istilah yang sering digunakan untuk mewadahi kebutuhan akan pengetahuan ataupun kreativitas dan minat bakat yang dimiliki bagi mereka yang terbatas pada keadaan keuangan ataupun kesempatan. Dirumah singgah ini akan diberikan banyak pelatihan bagi perempuan-perempuan desa yang memiliki keinginan belajar, disini akan memberikan pelatihan untuk mengembangkan industri kreatif yang bersumber dari potensi desa yang mana akan disinergikan dengan pelatihan kewirausahaan dan bahasa asing agar diperoleh keluaran produk dan pemikiran yang berkualitas dari perempuan yang tinggal di daerah pedesaan sehingga perempuan pedesaan juga tidak kalah bersaing dengan perempuan yang tinggal di daerah perkotaan dari sini juga perempuan yang tinggal di daerah desa bisa ikut berpartisipasi dalam menghadapi “Masyarakat Ekonomi ASEAN”, tentunya dengan pelatihan yang rutin dan berkesinambungan.
_Ta2202_
Komentar
Posting Komentar