Kamu Spesial Tanpa Telor Ceplok

Tau gak sih, aku bingung sama masa depan yang akan dihadapi, aku takut kalau aku gak mampu buat menjalankan, bapak dan ibuku sudah bertambah tua, kakakkupun sudah mulai harus memikirkan masa depan menikah, aku yawis gini-gini aja, muter-muter ditempat yang sama tau gak tau tujuan hidup apa, katanya aku harus punya ideologi tapi aku saja bingung kalau ditanya tujuan hidup apa, sampai sekarang aku masih saja asik dengan organisasi dan juga duniaku yang hanya aku yang mengerti, dibilang gak punya prinsip dalam hidup iya juga, dibilang gak tegas dalam memutuskan iya juga, aku ingin sedikit bercerita, setiap orang yang aku temui dikehidupanku pasti mereka mengajariku banyak hal, tak terkecuali temanku yang aku panggil Gus, arek asli Suroboyo iki aku gak inget kapan kenalnya, tiba tiba aja jadi kenal, arek cowok yang kalem ini sih melankolis ini lagi giat giatnya belajar Islam mulai dari ngefollow akun sosial yang berbau pengajian, ceramah dan lainnya, katanya sih mau hijrah dan mau pindah kos dipesantren tapi waktu tak tanya kapan pindah belum siap, ada sewaktu kejadian kita lagi makan bareng temen-temen seorganisasi ceritanya buka bareng sebelum kita semua dipisahkan sama magang kerja, sendalku ilang aku cari gak ada, sebenernya aku gak panik-panik banget cuma takut aja kalau harus nyeker terus ngelewati banyak orang ditempat makan tanpa alas kaki, terus karena aku duduk disebelah Gus, jadi aku tanya "kamu lihat sendalku?" terus dia jawab "enggak" terus aku masih nyari sendalku dimana, terus dia jawab "Kamu percaya gak nit, sama pertolongan Allah?" aku jawab "iya percaya", "yaudah gak usah panik, Kamu loh yang dilihat yang jauh terus yang deket gak pernah dilihat", "Jleb... mampus aku salting jadinya, aku jadi mikir dijalan, kata-kata itu, tapi setelah tak cermati ternyata dia bukan bikin aku baper tapi sedang mengingatkan bahwa "Pertolongan Allah itu pasti, Allah itu lebih dekat dari urat nadi, tapi kita gak pernah sadar dan meminta pertolongan dari Dia" iya ya aku jadi mikir berat aku selama ini kemana saja, solat iya tapi kenapa suka resah sendiri, suka panik sendiri, hehe 
makasih Gus, sudah diingatkan untung aku gak jadi baper hahaha, dia juga kadang suka ngingetin dari hal hal tersirat misalnya, waktu jalan bareng ada bunga putri malu yang cantik tapi berduri dan doi bilang "kenapa yah bunga yang cantik selalu berduri" disitu juga aku mikir bunga itu ibarat perempuan, kalau perempuan yang cantik, istimewa, dan akhlaknya baik itu sulit mendapatkannya karena banyak perjuangan yang harus dilalui gak segampang rayuan gombal terus mau, aku juga belajar mungkin aku harus seperti itu, hahaha sekalem kalemnya aku, dimata orang tetep aja rame sendiri gak jelas, mau jadi kalem ntar dibilang jaim kan males, cowok ini juga suka baca buku, buku yang dibaca sih buku motivasi, mungkin dia termotivasi setelah baca buku buku itu kalau aku mah enggak, baca buku motivasi malah gak termotivasi, hehe aduh udah banyak banget yah kalimat nyeritain Gus ini, orangnya kalau baca blog ini pasti ke GRan, sepurane Gus aku gak kepo sama kamu, soalnya recent up-date sosial mediamu sering muncul jadi aku suka iseng baca yang kamu baca di medsos instagram, tapi kadang aku ya pingin ngobrol banyak sama kamu, tapi kayanya kamunya mah, sibuk sama hp sendiri, jadi sungkan mau ngobrolnya... 
jadi kesimpulannya adalah jangan pernah takut sama yang harus dihadapi hari ini dan juga besok, hari ini harus lebih baik dari hari besok... 
oh iya buat Gus semangat Hijrahnya yah, semoga menemukan apa yang dicari "umak spesial tanpa telor ceplok mata sapi" oh iya jangan main hp sendiri kalau lagi kumpul, sibuk sama dunianya sendiri, jangan minder, sampai ketemu empat bulan lagi setelah magang dengan nasihat yang lebih kece badai...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Origami

Wiranggaleng. Arus Balik. Pramoedya Ananta

Takdir yang Setengah Romantis (Cerpen)