Tentang Penulis
Hai namaku anita, aku bungsu dari 2 bersaudara aku punya satu kakak laki-laki, aku lahir dari keluarga sederhana yang selalu mengajarkan aku perjuangan, hidup kami tidak mudah sebelum sekarang ini, ayahku sebelum diterima kerja seperti sekarang adalah seorang yang bekerja serabutan, apapun beliau lakukan demi keluarga mulai dari berkeliling jadi tukang bangunan sampai jualan, ibuku juga tidak kalah membantu ayah, beliau rela tidurnya terganggu hanya untuk mempersiapkan jualan pagi hari, mulai jualan kacang telor, jualan peyek dan dititipkan kewarung-warung. sampai akhirnya kami punya warung kecil ibu berjualan es sirup, jajanan kering sampai sayuran, tak berhenti disitu ayah dan ibu tidak melupakan asal keluarga mereka yang memang berasal dari pertanian, mereka juga berkebun dan hasilnya dijual ke tetangga atau pasar, memasuki tahun pertama warung kami mulai menghadapi masalah yaitu persaingan antar tetangga, dan berakhir pada tutupnya warung kecil mungil kami.
Aku dan keluarga kecilku tinggal di rumah sederhana dengan ornamen kayu has jati sebagai pagarnya dan kayu ulin sebagai dindingnya, rumah yang tidak terlalu luas ini mampu memberikan kenyamanan luar biasa, sekarang ayahku bekerja diperusahaan pertambangan sebagai karyawan tetap dan Alhamdulillah hasil tabungan beliau sejak bekerja sudah mampu untuk membiayai aku dan kakaku bersekolah sampai mendapat gelar sarjana (walaupun aku belum lulus). kasih sayang dan terutama doa yang tak pernah terputus dari ayah dan ibu setiap hari mengantarkan kakiku dan kakakku kearah keberuntungan. mungkin beberapa dari kalian sering berpikir bahwa hidupku itu mudah mau ini mau itu selalu ada, tapi keluargaku tak pernah mengajarkan aku untuk selalu meminta tanpa memberi, waktu SD dulu aku pernah jualan permen kecil-kecilan waktu jam istirahat ya walaupun kalau dihitung hitung agak rugi hahahaha...
aku lahir bukan dari keluarga yang berpendidikan tinggi ayahku cuma lulusan SLTA dan Ibuku lulusan SLTP tapi kami dididik untuk menjadi orang yang berilmu dan berpendidikan tinggi, buat ayahku anak-anaknya harus lebih beruntung dan lebih layak dimasyarakat, ayahku orangnya keras tapi sebenarnya hatinya lembut beliau suka sekali membaca apalagi bacaan buku-buku agama, ibuku wanita yang cerdas, telaten, dan ulet yang selalu mengkhawatirkan anaknya ini suka sekali menjahit, memasak, dan membaca, ibuku seorang guru ngaji di daerah rumah kami. kakakku sekarang dia sudah bekerja disalah satu perusahaan swasta game di Jakarta, kakaku lulusan S1 Desain Grafis IKJ, dari kecil mas ku ini suka sekali menggambar, main games dan dia juga cerdas sekali danjago bahasa inggris, beda banget sama aku hehehe, masku bukan tipe orang yang ramai bahkan cendrung pendiam aku saja sedikit sulit masuk dalam hidupnya. aku mulai dekat dengan kakakku ketika dia merantau di Jakarta.
Kalau aku, aku tidak tau mau menjelaskan diriku seperti apa, aku tipe orang yang membosankan, cengeng, gak teguh pendirian, agak males, tidak ulet, tidak terampil dan sedikit pintar, jago ngotot, jago tidur jago berlama-lama menyendiri dikamar, beberapa orang bilang aku ornag yang suku bernegatif thinking, aku suka sedih aja kalau ada yang bilang aku seperti itu, tapi ndak papa itu menjadi masukan untuk memperbaiki diri, aku gapunya sesuatu yang bisa dibanggakan, kata orang aku bukan orang yang tulus dan ikhlas entahlah padahal aku sudah mencoba jadi seperti itu dengan tidak pernah mengeluh, tidak pernah mengungkit, mencoba selalu memberikan pertolongan jika memang bisa membantu, tapi "sesuatu yang baik memang belum tentu diterima dengan baik maksudnya", mungkin aku terlau cerewet tapi aku memang tidak bisa kalau tidak berkomentar, tapi sebenarnya aku kadang suka kesepian, jadi terkadang kalau aku punya kesempatan untuk tertawa aku bakal tertawa sekencang-kencangnya, aku juga suka bicara ngelantur, kalau salah satu diantara kalian temanku dan aku tiba-tiba suka ngajak pergi ke toko buku berarti aku sedang benar-benar gabut, tapi kadang aku juga suka bepergian sendiri, terkadang mengusir penat itu tak perlu berkumpul dengan keramaian tapi me time itu juga penting. aku juga ingin minta maaf kalau sudah mengganngu waktu kalian hanya untuk sekedar meladeni pesanku yang mengajak ketoko buku, maaf membuat kalian risih. so weeellll aku punya sahabat yang sangat mengerti aku Sitha namanya,
Komentar
Posting Komentar