Kunjungan Museum Bentoel

Berkunjung ke Museum Bentoel (23 July 2016)

Saya suka perjalanan sendiri ketempat-tempat yang membuat saya merasa senang untuk belajar sesuatu yang baru dan juga dapat mengabadikan momen. Pagi itu dengan kaki yang keseleo saya pergi sendiri dengan motor kesayangan saya (mukidi), berbekal kamera pinjaman dari teman serta smartphone untuk membuka maps saya berangkat pukul 08.00 WIB siang. Menurut informasi yang saya baca museum ini buka pukul 09.00 WIB, museum ini letaknya dekat dengan pasar besar Malang. Setibanya disana pukul 09.30 WIB, dan ternyata museum masih belum buka, museum baru dibuka pukul 10.00 WIB. Sebelum masuk kita diharuskan mengisi buku tamu terlebih dahulu, masuknya tidak dipungut biaya sama sekali. Tapi sayang waktu saya mendatangi museum tempat tersebut sepi pengunjung, museum ini tutup pukul 16.00 WIB. 


Oh iya Museum Bentoel merupakan museum yang didirikan untuk mengenang sejarah rokok bentoel yang asli merek milik pribumi Indonesia. Bangunan yang kecil ini banyak bercerita tentang sejarah rokok bentoel, bentoel didirikan oleh seorang pribumi keturunan Tionghoa yaitu Ong Hok Liong dan istrinya pada tahun 1930 di Malang yang awalnya hanya  home industry. Dimuseum ini lebih banyak diperkenalkan foto-foto dan jenis ramuan rokok yang berisi cengkeh dan tembakau dari berbagai daerah di Indonesia (Madura, Jember, Temanggunng, Malang, NTT dsb), kalau orang jawa bilang rokok kretek, peralatan untuk melinting rokok, serta cara pengolahan rokok kretek, nama bentoel sendiri sebenarnya adalah nama lain dari umbi talas yang ini saya agak lupa diambil dari bahasa apa, kalau tidak salah bahasa jawa. Sekarang merek bentoel sudah tinggal dalam sejarah karena sekarang sahamnya telah dibeli oleh BAT (British American Tobaco), kalau kamu perokok atau pernah tau merek Dunhil itu adalah salah satu bayangan produk rokok bentoel. Selain itu disini banyak spot-spot menarik untuk diabadikan apalagi buat kamu yang instagramable

Gambar Kemasan Rokok Bentoel
Ruang Foto



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Origami

Wiranggaleng. Arus Balik. Pramoedya Ananta

Takdir yang Setengah Romantis (Cerpen)